Posted by : Unknown Senin, 16 Maret 2015

 
images
Nggak perlu nunggu 10 November buat posting artikel yang berbau patriotis. Kali ini aku akan menghadirkan 10 foto tempo doeloe yang sangat erat kaitannya dengan sejarah bangsa Indonesia. Beberapa foto ini sangat ikonik dan mungkin tak asing bagi kalian. Namun beberapa lainnya mungkin baru pertama kali kalian lihat. Semoga saja foto2 ini makin menginspirasi kita. Ini dia foto tempo doeloe paling bersejarah di Indonesia!
1. Proklamasi
Foto pembacaan teks proklamasi oleh Bung Karno di atas pasti sudah kalian kenal. Tapi kali ini akan kuberikan beberapa foto yang mungkin belum pernah kalian lihat. Di antaranya ada foto Bung Karno berdoa setelah pembacaan proklamasi. Walaupun Bung Karno berdoa secara Islam dan aku sendiri seorang non-Muslim, namun tetap saja foto ini sangat berkesan bagiku. Apalagi saat pembacaan proklamasi bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Pembacaan-proklamasi-2
Selain itu ada foto pengibaran bendera pusaka yang sangat sederhana. Aku jadi heran, siapa sih yang pertama mensakralkan pengibaran Merah Putih dengan protokol militer yang harus “sempurna” tanpa sedikitpun cela? Padahal pengibaran sangsaka Merah Putih untuk pertama kalinya saja teramat sederhana dan membumi.
 
2. Surabaya 01
 
Foto ini secara berseri menggambarkan peristiwa berdarah 10 November di Surabaya yang merupakan pertempuran terdahsyat selama perjuangan kemerdekaan Indonesia. Foto pertama adalah foto Brigjend Mallaby dari Sekutu bersama Dr. Soegiri sebagai wakil rakyat Indonesia berkendara bersama-sama untuk mencegah pertumpahan darah antara tentara Sekutu dan rakyat Surabaya. Bisa dibayangkan, berada di depan kendaraan seperti ini tentu membutuhkan nyali yang besar sebab setiap saat mereka berdua dapat menjadi sasaran empuk tembakan dari kedua pihak.
3. Surabaya 02
mallaby-car-b2
Foto ini menggambarkan mobil Brigjen Mallaby yang hancur, menewaskan jenderal Sekutu itu dan memicu serangan Sekutu ke Surabaya. Foto ini juga menggambarkan suasana perang yang walaupun sepi tampak mencekam. Sayangnya menurut informasi yang kudapat, lokasi bersejarah di Jembatan Merah ini kini telah berubah menjadi mall, salah satu bukti bahwa bangsa ini memang kurang menghargai sejarahnya sendiri.
4. Surabaya 03
bungtomo
Foto ini pasti juga tak asing bagi kalian. Foto Bung Tomo yang mengorbankan semangat arek-arek Surabaya ini sangatlah ikonik. Sangat sulit dipercayai, dengan pengorbanan dan jasa Bung Tomo yang sedemikian besar, pahlawan terkenal ini baru resmi diangkat sebagai pahlawan nasional pada tahun 2008. Mungkin selain Bung karno dan Bung Hatta, Bung Tomo adalah tokoh pejuang Indonesia yang paling menginspirasi.
5. Surabaya 04
hotel_oranye-07b
Foto ini menggambarkan peristiwa perobekan bendera di hotel Oranye. Keberanian para pemuda yang memanjat dan merobek bendera Belanda menjadi merah putih itu tentu sangatlah tak terkira, sebab mereka tentu sadar akan menjadi sasaran empuk para penembak Belanda. Bahkan bukan tak mungkin mereka memang sengaja berniat mengorbankan nyawa untuk melakukan tindakan heroik tersebut. Hmm...mungkin nggak ya generasi muda kita memiliki keberanian yang sama seperti para pemuda pada masa perjuangan?
6. Bung Karno
url
Foto2 Bung Karno dan perkataannya selalu saja menginspirasi. Sayangnya kini tak ada lagi pemimpin yang seberani dan setegas Bung Karno.
7. Piala Dunia
netherlands-east-indies
Tak banyak yang tahu memang bahwa sebelum merdeka, Indonesia pernah ikut dalam ajang Piala Dunia 1938 di Prancis. Walaupun saat itu Indonesia masih bernama Hindia Belanda, namun FIFA tetap mengakui Indonesia sebagai negara Asia pertama yang berhasil lolos ke Piala Dunia sekaligus hingga kini tetap menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang pernah mengikuti ajang bergengsi tersebut. Akan tetapi mirisnya, pada saat foto ini diambil, yang diperdengungkan bukanlah lagu kebangsaan kita “Indonesia Raya”, melainkan lagu kebangsaan Belanda “Het Wilheminus”.
8. Borobudur
1-750109
Foto ini mungkin salah satu dokumentasi awal candi kebanggaan Indonesia, Borobudur. Ditemukan dan direstorasi oleh Raffles yang kemudian dilanjutkan oleh pemerintah kolonial Belanda, candi ini awalnya dalam kerusakan parah (seperti bisa dilihat pada gambar) karena terbengkalai selama berabad-abad. Mungkin agak miris jika kita mempelajari sejarah dan mengetahui bahwa candi2 bersejarah di negeri kita dahulu justru dilestarikan oleh para bangsa penjajah seperti Belanda dan Inggris. Bahkan Raffles sendiri dikenal sangat mencintai sejarah dan budaya Jawa hingga tak segan menulis buku terkenalnya, “History of Java”. Bagaimana dengan kita sendiri?
NB: Sayangnya hal yang sama juga berlaku di bidang iptek. Pada saat kuliah di jurusan Biologi, saya masih menggunakan buku “Flora of Java” karangan Steenis yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda tanpa ada sedikitpun niat dari ilmuwan Indonesia (selama 60 tahun lebih merdeka) untuk membuat buku baru yang lebih lengkap. Padahal buku itu berisi tentang tumbuhan2 yang ada di Pulau Jawa.
9. Bung Karno and Friends
 
Bung Karno dan Kennedy mungkin adalah dua tokoh besar dalam sejarah dunia dan aku sendiri cukup terkejut sekaligus senang melihat keduanya dalam satu bingkai foto. Baik Kennedy maupun Bung Karno merupakan tokoh2 pemimpin yang tegas, cinta damai, sekaligus sangat toleran terhadap perbedaan. Bung Karno memimpin Indonesia yang sangat beragam agama dan suku bangsanya, sedangkan Kennedy adalah seorang Katolik yang memimpin negara yang mayoritas penduduknya penganut Kristen Protestan. Sayang keduanya mengalami nasib yang tragis, Kennedy tertembak sedangkan Bung Karno digulingkan oleh Soeharto. Mungkin saja jika keduanya masih hidup, dunia akan menjadi tempat yang sama sekali berbeda.
soekarno-hatta
Selain Kennedy, tokoh yang sangat dekat dengan Bung Karno dan kita harapkan berada dalam satu frame tentu adalah Bung Hatta. Di Indonesia, hanya Bung Hatta saja pemimpin besar yang layak disandangkan dengan nama besar Bung Karno.
Namun bagaimana pendapat kalian dengan foto di bawah ini?
soekarno dan soeharto
10. Wayang Beber
Entah mengapa foto ini sangat mengena dan berkesan bagiku. Di foto yang entah diambil tahun berapa (lkemungkinan besar masih pada masa penjajahan) terlihat pagelaran wayang beber yang tampak sakral dan dihadiri seorang Belanda. Ini menunjukkan penghargaan bangsa lain terhadap budaya kita (tak hanya wayang, bahkan orang Belanda tersebut memakai sarung batik). Di foto ini juga terlihat sekilas seperti apa suasana Nusantara pada zaman dahulu yang masih menjunjung tinggi adat istiadat dan budayanya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Blog Archive

Popular Post

©2014 Andhira Dwi Meliana All Right Reservied . Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © ANDHIRA DWI MELIANA -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -